Seperti kita ketahui sebagai Rakyat Indonesia yang mencintai bangsanya harus mempunyai sikap patriot dalam
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA, sehingga bangsa ini semakin kuat dalam persaingan era globalisasi.
Seperti yg di ungkapkan Pengamat politik UI, Andrinof Chaniago, memprediksi, Prabowo Subianto, Boediono, dan Wiranto akan berbicara jati diri bangsa dengan versi yang beragam. “Sesuai karakternya, ada tiga orang yang akan berbicara Mengembalikan Jati Diri Bangsa, bangsa sesuai dengan versi dan karakternya.
Seperti yg di ungkapkan Pengamat politik UI, Andrinof Chaniago, memprediksi, Prabowo Subianto, Boediono, dan Wiranto akan berbicara jati diri bangsa dengan versi yang beragam. “Sesuai karakternya, ada tiga orang yang akan berbicara Mengembalikan Jati Diri Bangsa, sesuai dengan versi dan karakternya
Cawapres nomor urut satu, Prabowo, menurutnya, akan lebih banyak berbicara nasionalisme yang berbumbu “romantisme”. “ Mengembalikan Jati Diri Bangsa, versi Prabowo akan bernuansa romantis. Mengenang masa lalu, ultranasionalis atau nasionalisme romantis, apalagi Prabowo makin mengidentikkan diri sebagai reinkarnasi Bung Karno. Dia akan banyak mengajak mengenang,” kata Andrinof.
Boediono, lanjut Andrinof, akan menyampaikan konsep Mengembalikan Jati Diri Bangsa, yang rasional. “Ia akan lebih memaparkan justifikasi rasional tentang konsep jati diri bangsa dan implementasinya,” ungkapnya.
Adapun Wiranto dengan latar belakang perwira tinggi TNI akan menyinggung Mengembalikan Jati Diri Bangsa, dari sisi ketahanan dan keamanan.
Dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa,, Cawapres PDI Perjuangan-Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan, jati diri bangsa bisa dibangun, salah satunya dengan memperbaiki kondisi ekonomi bangsa. Sistem ekonomi saat ini, menurutnya, tidak berhasil membawa kemakmuran dan manfaat bagi rakyat.
Seperti yang sering diutarakan Prabowo, kekayaan negara banyak yang mengalir ke luar negeri. “Bicara Mengembalikan Jati Diri Bangsa,, kita lihat kondisi bangsa dan kekayaan negara yang mengalir ke luar negeri. Tanpa menyelesaikan masalah kebocoran ini, bangsa kita akan menjadi bangsa yang lemah dan kalah terus, tidak bisa berdiri di atas kaki sendiri.
Hal itu, menurut dia, membuat rakyat tak bisa menikmati hasil kemerdekaan. “Hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang saja. Karenanya, saya dan Ibu Mega menawarkan ekonomi kerakyatan, menyelamatkan kekayaan negara dan tidak menyuplai tenaga murah ke luar negeri. Rakyat yang akan menentukan, apakah ingin yang mengusung perubahan atau kembali ke jati diri bangsa sesuai cita-cita pendiri bangsa.

























Related Articles
No user responded in this post
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments